Seringkah kita denger orang tua kita mengatakan seperti ini?
Belajar yang rajin biar pinter, habis itu sekolah atau kerja diluar negri dan ga usah balik ke Indonesia, punya rumah disana dan tinggal disana!
Atau sobat-sobat yang sudah lulus S1 dan bekerja atau yang nge-freelance mengatakan demikian:
Pengen keluar negri kita(satu tim), disini karya kita ga dihargai,kita lebih siap bersaing daripada karya kita dijual harga murah
Setelah berkecimpung beberapa kali mengerjakan proyek, mata gw akhirnya terbuka. Hanya sedikit orang yang menghargai IT dan karya.
Pertama rasain kan gimana memikirkan suatu script atau logic, pagi siang malem. Kadang juga jenuh. Beberapa kalangan yang sudah “sadar” akan hal ini mungkin mereka rela membayar 10 juta hanya untuk sebuah company profile. Atau bahkan 5 juta hanya untuk sebuah Desain Web tanpa flash atau animasi blablabla. Walau tentunya kalau itu dari Software house akan lebih ga fair kalo sang creator hanya dapet ga sampe 10% dari apa yang dia kerjakan(Do You believe? if Not ya silahkan
).
Walau mungkin ujung2nya hanya mencocok2an function aja tetap aja ada rasa jenuh yang ada di dalam kepala. Pertama terima proyek 500ribu gw udah senang, lalu melonjak 3 juta dan 4 juta per project… dan gw pun mulai merasa jemu … Pengen rasanya pasang harga Software house sekitar 6-7 juta. Tapi kemarin aja terima proyek tetek bengek sampe akhirnya gw tolak aja cuma dapet 2 jutaan(ga sampe 3 juta)
Ini mencerminkan betapa skill kemampuan tidak dihargai sama sekali bahkan untuk sekedar freelance untuk membuat sebuah system informasi penatatan dan stocking. hanya sekitar 7 juta dengan system yang sangat kompleks. Padahal 7 juta itu adalah harga wajar sebuh web untuk software house. Sampe akhirnya gw punya target dan perkiraan harga gw sendiri. Ga bisa dibayangin kalo gw ga punya kemampuan apa-apa mungkin gw akan jatuh lebih parah nantinya.
Itulah kenapa beberapa senior/senpai gw beberapa melarikan diri ke German, 3 orang grup TRIO designer&programmer ingin bener2 meninggalkan Indonesia ini. Entah giliran gw siapa tim gw nantinya. Gw sendiri makin lama ga betah di sini. Sekali terima proyek anggapan 4-5 juta, makan waktu sekitar 1 minggu maintenence 3 bulan. Kalo satu bulan dapet dua cuma dapet 10 juta… agak capek emang… coba dapet 7 jutaan per project atau 10 jutaan/project.
Yah inilah bangsa Indonesia, kadang nawar kaga pake otak, tapi kalo ga nawar diperas habis. Orang non-IT menganggap sebuah proyek hanyalh satu embel-embel yang tak begitu penting. Murah dan tak berharga dibandingkan mereka mencetak flyer,poster dan lainnya. Mereka anggap pembuatan sebuah site ga lebih dari membuat sebuah flyer, padahal berbeda.
Inginnya fre dan murah … setelah pakai kecewa dan jelek2in padahal system yang dibuat sangat bagus. Mo gratis repot ga mau, emang susah indonesia ini…
Yang gw bingung tenaga kerja ITnya yang bego-bego tau yang minta proyek dan penggunanya yang Bego-bego? Ask Yourself for de answer 